Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Monev Instalasi Ternak Babi Bersama Direktorat Keswan, Direktorat Perbibitan dan BVET Medan

06/05/2026 07:30:00 BPTUHPT SIBORONG BORONG 15

๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ธ๐˜‚๐—ฎ๐˜ ๐— ๐—ถ๐˜๐—ถ๐—ด๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—”๐—ฆ๐—™, ๐—•๐—ฃ๐—ง๐—จ-๐—›๐—ฃ๐—ง ๐—ฆ๐—ถ๐—ฏ๐—ผ๐—ฟ๐—ผ๐—ป๐—ด๐—ฏ๐—ผ๐—ฟ๐—ผ๐—ป๐—ด ๐—ฆ๐—ถ๐—ป๐—ธ๐—ฟ๐—ผ๐—ป๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—Ÿ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐—ต ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ฎ๐—บ๐—ฎ ๐——๐—ถ๐—ฟ๐—ฒ๐—ธ๐˜๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐˜ ๐—ง๐—ฒ๐—ธ๐—ป๐—ถ๐˜€ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—•๐—ฉ๐—˜๐—ง ๐— ๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป

SIBORONGBORONG (8/5) – Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Siborongborong menerima kunjungan kerja strategis dari perwakilan Direktorat Kesehatan Hewan, Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak, serta Kepala Balai Veteriner (BVET) Medan. Kunjungan ini diterima langsung oleh Kepala BPTU-HPT Siborongborong beserta jajaran staf teknis di ruang kerja balai.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BPTU-HPT Siborongborong memaparkan bahwa kondisi populasi di Instalasi Ternak Babi saat ini dalam status terkendali. Hal ini merupakan hasil dari penerapan protokol Biosecurity dan Biosafety yang sangat ketat, termasuk pengawasan rigid terhadap lalu lintas Orang, Barang, dan Hewan (OBH) di area kandang guna meminimalisir risiko transmisi virus African Swine Fever (ASF).

Meskipun sistem keamanan biologis telah berjalan optimal, BPTU-HPT Siborongborong memandang perlu dilakukannya monitoring dan evaluasi menyeluruh dari pihak eksternal. Langkah ini bertujuan untuk mendapatkan masukan komprehensif dari sisi manajemen kesehatan hewan yang nantinya akan digunakan sebagai jastifikasi teknis kepada Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak terkait keberlangsungan pembudidayaan babi di instalasi tersebut.

Sebagai langkah preventif tambahan, manajemen BPTU-HPT Siborongborong saat ini mengambil kebijakan untuk mengurangi volume produksi ternak babi. Tindakan ini merupakan bagian dari strategi mitigasi guna mencegah penyebaran penyakit selama proses distribusi, sekaligus komitmen nyata balai dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus ASF di wilayah Tapanuli Raya dan Sumatera Utara secara luas.

Sinergi antar-lembaga ini diharapkan mampu memberikan kepastian atas ketersediaan bibit babi berkualitas dan bebas penyakit bagi masyarakat peternak di Tapanuli Raya.